Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,


Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, kita masih diberikan kenikmatan iman dan kesehatan untuk menginjakkan kaki di malam kedua bulan suci Ramadhan 1447 H. Semangat ibadah yang telah kita mulai di malam pertama semoga terus berkobar dan dijauhkan dari rasa malas.


Melanjutkan seri keutamaan Qiyamul Lail di bulan Ramadhan, malam ini kita akan merenungkan keutamaan (fadilah) yang luar biasa dari shalat Tarawih di malam kedua. Bagi para ikhwan dan akhawat pengamal thariqah di lingkungan Idarah Syu'biyah JATMAN Kabupaten Lumajang, malam ini adalah momen istimewa untuk mendoakan kedua orang tua kita.


Sebagaimana diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, fadilah shalat Tarawih pada Malam Kedua adalah sebagai berikut:


وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ يُغْفَرُ لَهُ وَلأَبَوَيْهِ إِنْ كَانَا مُؤْمِنَيْنِ


"Pada malam kedua, orang yang shalat Tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin."




Makna dan Hikmah:

Keutamaan malam kedua ini sangat menyentuh hati. Allah SWT, dengan sifat Maha Pengampun (Al-Ghaffar), tidak hanya menghapus dosa-dosa kita yang melaksanakan ibadah shalat Tarawih, tetapi juga membentangkan rahmat ampunan-Nya kepada kedua orang tua kita, dengan syarat keduanya adalah mukmin.


Ini adalah wujud birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dalam bentuk spiritual yang sangat agung. Baik orang tua kita masih hidup menemani kita, maupun yang sudah mendahului menghadap Sang Khalik, ibadah Tarawih kita malam ini menjadi ladang pahala dan jalan turunnya ampunan bagi mereka.


Oleh karena itu, jangan sampai kita melewatkan keutamaan malam kedua ini. Mari niatkan shalat Tarawih malam ini tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai hadiah pengampunan dari Allah SWT untuk ayah dan ibu tercinta yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang.


Mari terus istiqamah memakmurkan masjid, musala, dan majelis dzikir kita!


Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Tharieq,

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


full-width

Tulis komentar anda